Sejarah Pulau Madura

Tahukah kamu tentang asal-usul Madura? Atau sejarah dari terbentuknya Pulau Madura? Pasti jarang yang tahu, sebab karakteristik dari orang Madura lah yang paling terkenal. Mulai dari logat bicaranya, kebiasaannya serta bahasa yang digunakan.

Nah, supaya nggak hanya tau karakteristiknya aja, artikel ini akan merangkum sejarah, kebudayaan serta karakteristik Pulau Madura. Simak sampai tuntas ya!

Sejarah Pulau Madura

Dalam jejak sejarah, Madura adalah bagian dari kekuasaan Jawa hingga saat ini. Dahulu kala antara tahun 900-1700 kerajaan-kerajaan yang ada di Madura berada di bawah supremasi kerajaan yang lebih besar. Kerajaan tersebut berpusat di Jawa.

Berkisar di tahun 900-1500, pulau Madura berada di bawah kekuasaan kerajaan Hindu di Jawa Timur, misalnya Singasari dan Majapahit. Kemudian antara tahun 1500-1624, Madura pun berpindah pengaruh kekuasaan ke kerajaan Islam di pantai utara Jawa, misalnya Demak. Selepas tahun 1624, Madura kemudian ditakhlukan oleh Mataram. Pada abad ke 18, akhirnya Madura memiliki beberapa kerajaan seperti Arosya, Blega, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kelimanya saling bersaing, namun akhirnya bersatu karena politik perkawinan.

Pada paruh pertama abad ke-18, Madura berpindah di bawah kekuasaan Belanda. Mulanya adalah VOC, setelahnya adalah pemerintah Hindia-Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Madura sempat menjadi negara bagian sendiri di bawah wadah RIS (Republik Indonesia Serikat). Namun hal ini tidak berangsur lama, sebab Pulau Madura kembali bergabung dengan Republik Indonesia.

Saat ini secara administratif, Madura dibagi menjadi 4 kabupaten, yakni: Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep.

Itu dia sejarah Pulau Madura. Sekarang lanjut ke kebudayaannya ya!

Kebudayaan Madura

Asal-usul Madura memang berpengaruh erat dengan kebudayaan Madura. Kebudayaan tersebut terbungkus dalam legenda, mitos hingga kejadian-kejadian mistis kemudian menjadi cerita turun temurun.

Madura dikenal dengan karapan sapi sebagai kesenian tradisional. Selain itu, pulau ini juga memiliki batik serta ukiran yang khas. Kebiasaan dari orang Madura adalah minum jamu. Dari jaman dahulu, jamu mengambil peran penting dalam masyarakat Madura. Misalnya di usia remaja, perempuan-perempuan di Madura diharuskan mengkonsumsi jamu secara rutin. Jamu ini berguna untuk menjaga serta merawat kecantikan dirinya.

Masyarakat Madura juga senang menggunakan pakaian yang berwarna mencolok. Mereka percaya bahwa warna yang mencolok menggambarkan pribadi yang pemberani, tegas dan jujur. Biasanya warna-warna mencolok ini digunakan pada kebaya mereka. Ciri khas dari kebaya Madura adalah pada kutang polos dengan warna biru terang, hijau ataupun merah.

Bagi kaum pria di Madura, pakaian adatnya adalah setelah dengan warna hitam dan kaos dengan motif garis-garis berwarna merah dan putih. Motif garis serta warna yang tegas menunjukkan bahwa masyarakat Madura memiliki semangat juang yang tinggi.

Karakter Orang Madura

Asal-usul Madura juga mempengaruhi karakteristik dari orang Madura. Orang Madura dikenal dengan jiwa solidaritas yang tinggi, berjiwa perantau serta religius. Selain itu, orang Madura juga pribadi yang tegas dan sangat jujur.

Namun sifat tegas ini sering dikaitkan dengan karakter yang mudah marah dan keras. Inilah yang membuat stigma negatif makin menguat direkatkan pada orang Madura. Padahal mereka sangat ramah dan baik loh. Masyarakat Madura memiliki semboyan yang dipegang teguh hingga kini, yaitu angok pote tolang atembang pote mata, maksud dari semboyan tersebut adalah lebih baik mati daripada menanggung malu.

Nah itu dia sejarah dari Pulau Madura. Kamu bisa membaca hal lainnya tentang madura di madureh.com. Semoga artikel ini dapat bermanfaat!