Jenis Sakit Kepala yang Mungkin Sering Anda Alami

Sakit kepala kadang datang secara tiba-tiba padahal kita tak sedang melakukan aktivitas yang terlalu menyita kesehatan kita. Sakit kepala sangatlah mengganggu aktivitas sehari-hari. Sakit kepala dapat berlangsung sebentar hanya 15 menit atau bahkan ada yang sampai seminggu.

Sakit kepala sendiri ada banyak jenisnya yang dapat diobati dengan cara berbeda dengan yang lainnya. Dengan mengetahui jenis sakit kepala maka nantinya anda dapat mengatasi sakit kepala anda dengan jauh lebih baik.

Sakit kepala juga dapat menjadi pertanda penyakit berbahaya oleh sebab itu jangan sepelekan sakit kepala. Berikut sakit kepala berdasarkan jenisnya:

1. Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling umum dialami oleh semua orang. Rasa sakitnya juga bervariasi ada yang ringan sampai berat. Rasanya terkadang seperti ikatan kencang di bagian kepala. Biasanya sakit kepala tegang akibat stres yang melanda menderita. Biasanya sakit kepala akan segera hilang dalam beberapa hari atau jam. Namun apabila sakit kepala tersebut berlangsung selama 15 hari, maka itu artinya sudah masuk ke tahap sakit kepala kronis.

 

2. Migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang ditandai dengan munculnya rasa sakit kepala namun hanya bagian sebelah saja. Penderita akan merasakan adanya denyutan pada bagian kepala yang sakit. Seringkali migrain disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, mata buram, sensitif terhadap cahaya, suara,dan aroma.

 

3. Sakit kepala clauster

Sakit kepala clauster adalah sakit kepala yang mirip seperti migrain yaitu hanya sebagian kepala saja yang sakit yang biasanya sakit pada bagian sebelah kiri, kanan, depan, atau belakang. Sakit kepala clauster biasanya cukup sakit di bagian belakang belakang mata. Rasa sakit dapat berlangsung selama beberapa hari atau bahkan bulan.

 

4. Sakit kepala hipnik

Sakit kepala hipnik adalah sakit kepala yang tergolong langka yang biasanya diderita orang yang berusia 40 – 80 tahun. Biasanya dapat berlangsung 15 – 60 menit. Seringkali muncul pada malam hari yang membuat bangun penderita. Penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti.